Wall Street Berakhir Melemah Tipis

@Rayapos New York: Saham-saham di Wall Street berakhir turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan pernyataan para pejabat Federal Reserve AS tentang kebijakan moneter. Nilau tukar mata uang yen terhadap dolar melemah, sedangkan euro menguat. Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,05% (-10,82 poin) di posisi 20.615,84, setelah dibuka menguat 0,13% diringi kenaikan indeks Topik 0,1%. NEW YORK (Bisnis Jakarta) - Bursa saham Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Dow mundur dari reli baru-baru ini, karena para investor terus memantau kemajuan reformasi pajak Amerika Serikat.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kembali ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average DJIA, -0,18% yang pada sesi tertinggi naik lebih dari 250 poin, berakhir turun 44,96 poin, atau 0,2%, di 24.682,31. Penguatan bursa Asia juga didorong dari wall street. Bursa Asia mengekor Wall Street yang berakhir menguat pada perdagangan tadi malam. Potensi pergerakan mata uang AS terhadap lawan-lawan besar pekan ini agak melemah, karena pejabat mungkin tidak akan merusak mood investor sebelum Thanksgiving, yang akan digelar pada hari Kamis.
Tiga indeks utama Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Emas naik tipis pada Selasa pagi, melacak kenaikan euro setelah kreditur internasional Yunani telah mencapai kesepakatan pada target utang yang baru sebagai kunci untuk membuka keran bantuan darurat berikutnya untuk Athena. Pada perdagangan hari jumat kemarin, euro melemah ke level $1,2688 yang merupakan level terendah sejak 10 September atau selama 2 bulan.
RIFANFINANCINDO BERJANGKA - Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban?
Pada akhir perdagangan saham keuangan melemah, dengan sektor perbankan turun 1,1 %. Mitsubishi UFJ Financial Group turun 1,4 % dan Mizuho Financial Group turun 0,9 %. Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga dini hari tadi bergerak melemah, memperpanjang tren penurunan harga minyak dunia.
Emas outperform daripada komoditas lainnya, yang juga diuntungkan dari melemahnya dolar. Pada pukul 10.00 WIB, IHSG terpantau turun 0,15 % pada 5813.41, dengan 131 saham menguat, 116 saham melemah dan 121 saham stagnan, dengan lebih dari 18,70 juta saham diperdagangkan senilai lebih 1,27 triliun rupiah dan lebih 67.500 frekuensi perdagangan. Indeks-indeks saham di bursa Wall Street berjatuhan pada perdagangan akhir pekan lalu.
Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 20,63 poin atau 0,33 persen menjadi 6.275,06 poin. Pasar saham Asia naik tipis pada jeda perdagangan hari Kamis, bergerak stabil setelah pada sesi sebelumnya terkoreksi tajam. Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup menguat tajam, di tengah penurunan indeks dolar dan kemerosotan indeks saham di bursa Wall Street dan Eropa.
Berburu Saham Murah Di Kala IHSG Merana
Sebagai contoh, walaupun harga saham di Wall Street nampaknya tidak berhubungan dengan nilai nyata perusahaan yang dicantumkan, pada analisis terakhir dividen saham pasti tergantung pada laba perusahaan-perusahaan tersebut, pada jumlah kerja yang diambil dari kelas pekerja yang tidak dibayarkan. Analis FXstreet Matias Salord mengatakan data kunci bahwa pasar akan terfokus pada data pekerjaan Australia akan dilaporkan dan neraca perdagangan Cina di kemudian hari, dengan kedua angka memiliki potensi untuk menambahkan beberapa volatilitas ke pasar tenang.
Saham QBE Insurance Group ditutup turun 3,26 persen setelah membukukan kerugian bersih sebesar $ 1,25 miliar untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember, di bawah keuntungan $ 844 juta yang dilihat setahun yang lalu. Monexnews - Indeks Nasdaq ditutup di rekor baru pada hari Kamis, di tengah pasar saham lainnya berakhir lebih rendah, yang diseret turun oleh pelemahan tajam di sektor keuangan dan retailer besar.
Beberapa saham Grup Bakrie sepanjang perdagangan kemarin tetap menjadi emiten primadona yang marak ditransakikan, meskipun cenderung melemah. Indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,7 persen. Pada basis tidak disesuaikan, indeks permintaan akhir naik 2,3% untuk 12 bulan yang berakhir Maret 2017, kenaikan terbesar sejak bergerak naik 2,4% untuk 12 bulan yang berakhir Maret 2012.
Akhirnya IHSG Dibuka Menguat
Indeks S & P 500 juga ditutup melemah di level 6.382,19, tergelincir 0,1 persen atau 2,41 poin, karena saham teknologi turun 0,8 persen untuk memimpin penurunan. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melemah 13,38 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 5.352,76. Wall Street dilanda aksi jual setelah pada Jumat ditutup bervariasi. Beberapa saham sektor misc-ind yang bergerak melemah antara lain ASII -2,1 persen.