Tekanan Domestik Pada Rupiah Diperkirakan Berakhir Juni

Pasca kontestasi Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak pekan ini kurs greenback Amerika Serikat (AS) tercatat terus menguat. Dia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir ini, rupiah diperkirakan masih akan terus menguat karena prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) baru akan terealisasi di semester I-2015. Kurs rupiah di pasar spot pada sesi siang ini menambah poin penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai, tantangan bagi kurs rupiah masih cukup banyak di tahun 2019.rupiah terus menguat
Dalam lingkup world, penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan agresif suku bunga The Fed, konflik dagang AS-China, keluarnya dana asing dari pasar finansial Indonesia, serta melebarnya defisit neraca berjalan adalah isu yang melemahkan rupiah. Jakarta, - Pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terus berlanjut seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat.
RIFAN
Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan sentimen positif domestik terbukti masih cukup mampu meredam sentimen penguatan greenback AS di pasar Asia. Dzulfian pun sependapat, bahwa pelemahan rupiah masih bisa terus terjadi setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Indeks dolar diperkirakan menguat ke stage 95,zero-ninety five,3 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia lainya terutama euro dan yen.
Received Korea Selatan menguat zero,41 persen, peso Filipina 0,1 persen, dolar Singapura zero,07 persen, dan ringgit Malaysia 0,05 persen. Secara teknikal mata uang rupiah diperkirakan dapat berada di bawah level Rp9.four hundred per dolar AS jika telah melewati degree suport di Rp9.450 per dolar AS. “Rupiah akan terus menguat terhadap dolar AS, sentimen mata uang domestik cenderung mengikuti eksternal,” kata dia.apakah rupiah akan terus menguat
Bank sentral perlu mengemukakan pandanganpandangannya dan mengambil kebijakan yang bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah. Ketua Umum Kamar Dagang dan industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo mengatakan, menguatnya nilai tukar tidak lepas dari pondasi ekonomi Indonesia yang masih sangat kuat. Peneliti dari Institute for Improvement of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan nilai tukar rupiah bisa terdepresiasi hingga level Rp14.000 terhadap dolar.