Rupiah Melemah, Prabowo Subianto Utarakan Kekhawatiran

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia mengakui ­pelemahan nilai tukar rupiah ­terhadap dolar AS menyebabkan banyak dana asing yang keluar. Dengan nilai tukar rupiah yang melemah akan membuat daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif. Kepala Ekonom UOB Enrico Tanudjaja mengatakan, tugas utama bank sentral memang hanya menjaga kestabilan nilai tukar, bukan menjaga sampai di level mana rupiah itu akan dipertahankan. Sebab, Financial institution Indonesia ada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.
Selain itu, tekanan terhadap stabilitas khususnya nilai tukar Rupiah disebabkan membaiknya perekonomian dan meningkatnya inflasi di Amerika Serikat (AS) yang mendorong peningkatan suku bunga financial institution sentral, The Federal Reserve (Fed Fund Price). Rizal mengatakan, pemerintah membutuhkan stabilitas nilai tukar dalam mendorong investasi di sektor ril di dalam negeri karena fluktuasi nilai tukar kerap mempersulit dunia usaha dalam menyusun rencana anggaran investasi, modal kerja, atau proyeksi bisnis.
Kaitan antara inflasi dan kurs juga tampak bila nilai rupiah melemah, inflasi akan terkena dampaknya. Menurutnya, langkah pemerintah dengan membuat aturan penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 900 komoditas impor dilakukan terlambat sehingga memperparah pelemahan rupiah, dan bukan tidak mungkin kalau kondisi ini tidak kunjung membaik, pelemahan rupiah diprediksi bisa mencapai ke stage psikologis Rp15.000.
Menurut Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, pariwisata produkti merupakan program jangka panjang yang cukup efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar AS. Oleh sebab itu, ia berpesan agar pelaku pasar tetap mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah. Ada yang bilang ini karena negara terlalu banyak berhutang, ada yang bilang salah pemerintah, sampai ada komentar bahwa rupiah melemah karena Tuhan sedang marah sama Indonesia.berita nilai tukar rupiah hari ini
RIFAN FINANCINDO
Selain itu, kata Bhima dengan meningkatnya kurs nilai tukar terhadap dolar AS, biaya produksi dalam negeri bakal terkerek karena naiknya beban impor, karena mayoritas bahan baku seperti industri farmasi, tekstil dan petrokimia masih 60 persen impor. DJPPR pun yakin perubahan nilai tukar akan memengaruhi pembayaran kewajiban utang, yakni membayar pokok dan bunga utang.pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Untuk mengetahui tingkat ketahanan modal dan kecukupan likuiditas perbankan dalam menghadapi perubahan dan pada kondisi makro ekonomi khususnya saat nilai tukar rupiah sedang melemah, wasit lembaga keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan stress take a look at terhadap industri perbankan keseluruhan. Namun, memasuki periode 2011—2018, pelemahan rupiah makin lebih lama, yaitu 65 bulan.
Whole utang tersebut terdiri atas Surat Berharga negara (SBN) dan pinjaman yang masing- masing sebesar 3.442,sixty four triliun rupiah dan 785,13 triliun rupiah. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, pelemahan yang dialami rupiah saat ini sejatinya tekanannya sama dalam beberapa bulan terakhir. Dari sektor domestik, pelemahan ini juga disebabkan oleh isu-isu ekonomi yang relatif masih sama, yaitu bagaimana pemerintah mempercepat belanja agar infrastruktur mulai dibangun dan meyakinkan investor untuk melakukan investasi langsung.
Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi Bahan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan Burhanuddin mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipastikan akan mempengaruhi nilai inflasi di daerah setempat. Perlu menjadi perhatian, jangan sampai pelemahan rupiah ini membuat pasar panik. Jadi nilai impor AS dari berbagai negara associate dagangnya di seluruh dunia jauh lebih besar dibandingin dengan nilai ekspornya.
Berdasarkan perkembangan tersebut, rata-rata ICP bulan Agustus mencapai 69,36 dolar per barel, sehingga rata-rata Januari-Agustus 2018 tercatat sebesar sixty seven,14 dolar per barel. Dengan demikian, setelah 2019, secara berangsur kondisi ekonomi pulih dan kurs rupiah mulai terkoreksi. Jadi ini adalah semua mata uang melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” jelas Sofyan.
Sementara itu, pengamat mata uang Farial Anwar mengatakan bahwa meski ada faktor eksternal yang bermain seperti spekulasi kenaikan suku bunga di AS dan devaluasi yuan, namun kurs rupiah yang sudah mencapai Rp14.050 harus dilihat sebagai kondisi darurat. Sampai saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, kurs rupiah terhadap dolar AS mencapai kurs tengah thirteen,935.00 dengan nilai jual Rp 14,085.00, dan nilai beli 13,785.00. Sejumlah pengamat beramai-ramai berkeyakinan bahwa Indonesia saat ini tengah berada pada kondisi siaga satu.