Kumpulan Berita Harga Minyak Mentah Terbaru

Chicago - Pada akhir perdagangan Senin, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Change merosot pada perdagangan awal pekan, tertekan penguatan nilai tukar dollar AS dan bursa saham Wall Road. Sejak akhir pekan lalu, lira melemah tajam di hadapan dolar AS. Kejatuhan lira terjadi pasca Presiden AS Donald Trump menyetujui pengenaan bea masuk bagi impor baja asal Turki sebesar 50% dan aluminium sebesar 20%. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di pasar lokal CPO Riau meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan lelang ICDX,” kata Rusdi. Sebuah kesepakatan pemotongan produksi antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen-produsen lainnya telah membantu mengangkat harga minyak secara kuat, dengan kedua acuan kontrak berjangka pada pekan lalu yang mencapai tingkat yang belum terlihat sejak Desember 2014.
Saham global semakin tergelincir pekan ini setelah harga minyak merosot tajam dan sangat merusak selera risiko. Namun, secara keseluruhan, pasar minyak tetap didukung oleh pembatasan pasokan pada bagian OPEC , yang dimulai tahun lalu untuk menekan kelebihan persediaan international. Mengingat AS sekarang memiliki kapasitas berlebih untuk memproduksi minyak di dalam negeri, maka harga minyak akan cenderung lebih dekat dengan goal harga Amerika yaitu di atas $60 per barel.
AS, OPEC, dan Rusia kompak menunjukkan peningkatan produksi minyak mentah domestiknya pada Oktober 2018. Harga emas masih mendatar pada awal Asia karena investor fokus pada prospek permintaan di China dan India, dua importir emas terbesar di dunia. Ada persepsi bahwa saat ini minyak cukup di pasar untuk melalui sanksi terhadap Iran,” ujar Analis Value Futures Group Phil Flynn di Chicago.
Harga Emas naik pada akhir penutupan akhir pekan lalu setelah tiga hari penurunan karena pelemahan dolar AS dan pasar saham utama, tetapi bullion itu menuju penurunan mingguan pertama dalam tiga minggu. Vitality Info Administration (EIA) melaporkan, stok minyak di Amerika Serikat (AS) per 10 April meningkat 1,29 juta barel menjadi 483,7 juta barel. Data ekonomi menunjukkan sepanjang Juni, Amerika telah mencetak 213 ribu lapangan kerja lebih tinggi dari ekspektasi analis sebanyak 190ribu.
Harga emas terus diperdagangkan di bawah 50 minggu rata terletak di USD 1.266,60, setelah turun di bawah sama di sesi sebelumnya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Alternate dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur turun, sempat terpenggal sekitar 5% terpengaruh aksi jual di pasar ekuitas world yang menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 1,79 ke posisi USD seventy three,17 per barel atau turun 2,four persen. Trump pun memanfaatkan turunnya harga minyak dunia itu dengan menegaskan bahwa Arab Saudi adalah sekutu besarnya. Hasil laporan keuangan dari McDonal’s Corp (MCD) menambah kekhawatiran di bursa Amerika Serikat tadi malam. OPEC mencatat permintaan minyak dunia sebesar 88,69 juta barel per harinya atau lebih tinggi dari prediksi sebelumnya di 88,67 juta barel per hari.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Lebih dari 60 persen perusahaan yang terdaftar di pasar modal Tiongkok yakin akan mengalami kenaikan pertumbuhan laba pada 2018. Penurunan harga minyak mengirimkan Energy Choose Sector SPDR Fund — yang melacak sektor energi S&P 500 — jatuh hampir tiga persen. Harga minyak Deddy proyeksikan makin menurun karena EIA memperkirakan jumlah produksi minyak di AS bisa meningkat jadi 12 juta barel hingga 13 juta barel setiap harinya di tahun depan.
Tekanan terhadap harga minyak itu didorong kekhawatiran melimpahnya pasokan yang menyebabkan produsen utama mempertimbangkan pemangkasan produksi. Indeks dolar berhasil menguat hampir 1 persen sejauh minggu ini, dan mengarahkannya menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Sanksi tersebut kembali akan diterapkan setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran awal tahun ini.
Euro bertahan stabil terhadap dolar AS dan diperdagangkan di stage $1,2125, setelah pulih dari terendah 3 setengah bulan $1,2055 yang disentuh pada sesi Jumat. Untuk minyak, harga telah jatuh tajam, sebagian besar didorong oleh besarnya pasokan produksi non-OPEC yang tumbuh dengan jumlah besar sementara OPEC mempertahankan tingkat produksi untuk mempertahankan pangsa pasar.
Sementara itu, nilai tukar Dolar menguat dan euro turun tipis ke posisi US$ 1,1769. Sedangkan pasar mata uang, dolar AS turun terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pada perdagangan dini hari waktu Asia. Harga minyak kelapa sawit (CPO) menyentuh stage terendah baru sepanjang 2017 seiring dengan merosotnya harga minyak kedelai dan proyeksi pemulihan suplai terutama pada semester II.