Kepentingan Venezuela Dalam Menjaga Ideologi Sosialisme

Financial institution dunia merilis 33% penduduk venezuela hidup di garis kemiskinan.Venezuela memiliki penduduk sekitar 32 juta per Agustus 2017.Penghasilan per bulannya hanya sekitar 15 dollar atau 200 ribuan.Dengan upah sebesar itu tidak cukup untuk sehari-hari.Banyak keluarga di sana mencari makanan dengan memungut sisa makanan dari temoat sampah bahkan mengemis di jalanan.Inilah beberapa potret mirisnya kehidupan warag venezuela saat krisis ekonomi. Semasa inflasi atau ekonomi meleset atau kejatuhan nilai wang, permintaan terhadap emas tinggi dan akan menyebabkan harga emas meningkat. Ketika itu oposisi Venezuela dan AS mengejar tiga tujuan utama dalam penggusuran Chavez. Akan tetapi para pemangku dan pengelola unit ekonomi publik harus mempertahankan titik keseimbangan tidak bergeser untuk menjamin kesejahteraan publik dengan tidak berubahnya harga-harga barang dan jasa termasuk dalam hal ini mencegah depresiasi permanen mata uang atau mencegah inflasi.
Namun kondisi sebaliknya terjadi di Venezuela, sumber daya alam berupa minyak ternyata menjadi ”anugerah” bagi rakyat Venezuela. Harga konsumen di Indonesia melambat di bulan Oktober untuk bulan keempat berturut turut dan inflasi mencapai zero. Akibat tindakan yang dilakukan pihak oposisi ini, perekonomian Venezuela menurun dan angka kemiskinan kembali naik pada semester kedua di tahun 2003 menjadi sixty two,10%.
Menurut information Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tahun 2015, Venezuela terbukti memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, yakni mencapai 300 miliar barrel. Venezuela merupakan suplier minyak terbesar dunia. Tak heran jika produksi minyak Venezuela mengalami penurunan yang tentu saja berimbas pada penerimaan pendapatan. Ekonomi Venezuela terjun bebas, dengan tingkat inflasi diperkirakan mencapai satu juta persen tahun ini, namun harga minyak tidak berubah.
Langkah-langkah radikal Cahvez selanjutnya, setelah menjadi pemimpin besar rakyat Venezuela, yang cukup mengguncang perasaan Washington, adalah pembelian 24 pesawat tempur Sukhoi dan 100.000 senjata serang jenis Kalashnikov AK 103 dari Rusia tahun 2006. Namun, pada saat itu Negara Venezuela berada di tangan kaum kapitalis dan politikus korup dan PDVSA dikelola layaknya perusahaan transnasional, bukannya sebagai institusi yang important untuk pengembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara pemerintahan AS meninggalkan kepentingan rakyatnya sendiri dengan kebijakan perawatan kesehatan yang terabaikan, dana pendidikan yang menyusut, belanja militer yang meningkat, dan pengurangan pajak bagi kelompok berpenghasilan tertinggi (highest income bracket), pemerintahan Venezuela telah mengupayakan penggunaan dana publik dengan hati-hati untuk mengembangkan masyarakat yang inklusif, menghapus kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan fasilitas kesehatan, dan memupuk pertumbuhan ekonomi produktif.
Menurut mereka, Maduro bisa berbangga atas kemenangannya, tetapi dalam waktu dekat Venezuela bakal memasuki masa-masa suram. Kemenangan revolusi sosialis di Venezuela akan menjadi satu langkah besar dalam menghancurkan keterisolasian Kuba. Manfaat dari batas anti inflasi adalah kenaikan nilai Bitcoin sekarang, dan selamanya. Dinamika politik dan perkembangan gerakan politik Lingkaran Bolivarian dari Hugo Chavez memperlihatkan karakter populisme yang khas dari kepemimpinan Hugo Chavez di Venezuela.
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Dengan berbagai kebijakan dan program yang dilakukan Chavez sejak menjabat Presiden Venezuela terjadi peningkatan terutama dalam bidang ekonomi. Saat harga minyak turun, Venezuela kekurangan pemasukan. Selanjutnya, kebijakan Chavez juga mengarah pada pemerataan ekonomi untuk seluruh rakyat Venezuela dan menentang imprealisme negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat.
Seperti halnya nasionalisasi pabrik besi SIDOR belum lama ini ( Chavez re-nationalises SIDOR: historic victory for the employees ), maka nasionalisasi Financial institution Venezuela akan memberikan dorongan dan semangat kepada rakyat pekerja untuk menuntut ekpropriasi ekonomi dari tangan kapitalis, tuan tanah, dan bankir; dan bukan hanya menuntut, tetapi melakukannya sendiri di bawah kontrol buruh.
Masalah ekonomi dan politik dalam negeri telah membawa Venezuela dalam krisis berkepanjangan. Disaat badai krisis melanda Venezuela, letupan perlawanan yang berwujud dalam bentuk pemberontakan guna menggulingkan pemerintahan Perez terjadi dibawah pimpinan Hugo Rafael Chavez Frias melalui barisan Bolivarian Revolution bentukannya yang meskipun akhirnya gagal.
Pada September 2012, kantor berita Reuters mempublikasikan sebuah laporan khusus tentang perusahaan negara milik Venezuela, Fonden, yang sekarang menyumbang sepertiga dari seluruh investasi di Venezuela. Jika yang dimaksud inflasi moneter maka jawabannya ya, sedangkan apabila berkaitan dengan inflasi harga berarti jawabannya tidak. Produksi minyak di Venezuela mencapai three juta barel per harinya, yang berarti menguasai three,5 % pangsa pasar minyak bumi dunia.