Investor Asing Mulai Optimistis, IHSG Akan Kembali Menguat

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG kembali bergerak cenderung konsolidasi pada space dekat upper bollinger bands dengan membentuk pola inexperienced hanging man dengan probabilitas yang tidak terlalu negatif. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG menguat sebesar 9,77 poin atau 0,15 persen ke level 6.544,sixty three poin. Pergerakan IHSG yang hampir mendekati target resistance dan mampu bertahan di zona positif memberikan kesempatan IHSG untuk dapat kembali menguat. Setelah sepekan melemah, USD berpotensi untuk menguat beberapa hari ke depan dengan range 13250-13800.
Pergerakan IHSG hampir mendekati kisaran goal space resisten 6184-6198. ASII 6700 rawan profit taking. Laju IHSG berada mampu melampaui area goal resisten (5245-5253) namun, sempat masuk ke goal support (5215-5228). Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat positif merespon menghijaunya laju bursa saham AS pasca-rilis penurunan klaim pengangguran mingguan. Laju IHSG di sepanjang pekan menjelang libur Tahun Baru Imlek telah rebound 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,fifty two poin pada pekan sebelumnya.
Vice President Research Division Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat. Pergerakan IHSG yang gagal mempertahankan kenaikannya dapat membuat laju IHSG kembali ke zona merahnya. Apalagi asing juga tercatat nett promote pada saham-saham blue chip sehingga mempengaruhi laju IHSG yang tidak bertahan lama di zona hijau pada awal perdagangan.
Pada akhir pekan lalu, IHSG memang bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,49 persen atau 29,2 poin ke stage 5.975. 2. BBNI dengan goal profit taking di kisaran Rp8.one hundred twenty five-8.225 yang memiliki dua arah masuk pembelian di stage Rp7.675 dan Rp7.575, disarankan lower-loss pada posisi Rp7.425. Saham BISI waspadai profit taking di space 1700-1730.
IHSG BEI ditutup menguat ninety seven,70 poin atau 1,48% menjadi 6.689,28, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 19,33 poin (1,74%) menjadi 1.128,24. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 69 poin atau 1,fifty two persen ke four.665. Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 26.20 poin (+zero.54%) ke 4,874.50 dengan jumlah transaksi sebanyak 18.43 juta lot atau setara dengan Rp7.83 triliun.
PT RIFAN JAKARTA
Hal ini mengindikasikan untuk hari senin IHSG akan berkonsolidasi setelah kenaikan yang cukup signifikan selama minggu ini, di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator stochastic yang sudah berada pada space overbought. Waspada adanya profit taking,” ujarnya. Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6569-6581 dan resistence 6624-6639,” jelasnya. Tapi mendekati degree 5400 juga rawan profit taking.
Di sisi lain, pergerakan rupiah diprediksi kembali melemah seiring adanya beberapa sentimen negatif, turut menambah sentimen yang menghalangi IHSG berbalik naik. JAKARTA, NNC - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan, setelah pergerakan di perdagangan kemarin menguat tipis 0,13 persen ke level 6.606. Kendati potensi profit taking terlihat jelas, tetapi pergerakan IHSG masih akan ditopang oleh aksi beli pelaku pasar asing.
Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat sebesar 20,29 poin atau zero,44% ke posisi 4.587,forty five, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,17 poin (0,sixty eight%) ke stage 760,48, Setelah melemah sekitar lima persen dalam tiga hari terakhir, IHSG BEI mengalami \‘technical rebound\‘,\\” kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu, mengatakan penguatan saham-saham pada hari sebelumnya memicu investor untuk melakukan ambil untung sehingga membuat pergerakan IHSG cenderung berbalik arah ke area pelemahan. Kenaikan IHSG pada perdagangan sebelumnya sebesar 28,15 poin atau 0,forty four persen berada di atas sebelumnya yang meningkat 14,eighty three poin atau 0,23 persen.
Masih adanya aksi beli membuat laju IHSG dapat bertahan positif seiring pemberitaan positif di pasar. Sayang, jelang akhir pekan rupiah kembali melemah sehingga sedikit menghambat laju IHSG terutama dengan mulai adanya aksi profit taking. Reza mengatakan pola yang sama akan berlaku di mana pelaku pasar akan memanfaatkan setiap kenaikan untuk revenue taking karena mulai tidak nyamannya sentimen yang ada.