Indeks Berpotensi Melemah, Simak Saham Pilihan Ini

Analis PT Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi menuturkan, sentimen global akan pengaruhi laju IHSG. Saat berinvestasi dalam produk reksadana, sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang atau lebih dari satu tahun, agar supaya investor dapat memaksimalkan potensi imbal hasil. Adapun sebanyak 31 saham menguat, 35 saham melemah, 35 saham stagnan, dan 453 saham tidak ada perdagangan. IHSG kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin menguji resistance level 6,445.
IHSG Kamis, 15 September dibuka menguat 16,055 poin atau setara 0,312 persen ke posisi 5.162. Fasilitas tambahan berupa penggunaan batas portfolio maksimum saham-saham terdaftar sebesar 6.25 kali dari ekuitas (ratio kewajiban 84%) selama maksimum hanya 1 (satu) hari. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,64 poin (0,39 persen) menjadi 945,80 poin.
Permasalahan lain seperti serpihan benda dan materi, dampak dari peperangan antariksa, mungkin turut akan menjadi polemik. Meski demikian, IHSG mencatatkan rekor ter:nggi sepanjang masa serta kapitalisasi pasar yang pertama kalinya menembus angka di atas Rp 7,000 Triliun. Dari pasar Eropa bursa acuan juga ditutup mixed, dengan fokus masih tertuju pada pertemuan The Fed.
IHSG Senin Ditutup Tembus Rekor Baru Di 6.689,29
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham pembentuk IHSG menguat kecuali sektor konstruksi dan infrastruktur. Pada perdagangan saham kemarin, IHSG naik 40,84 poin ke posisi 6.292. Tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan mulai tertahan. Kondisi bursa saham global dan laporan keuangan emiten yang belum rilis menjadi sentimen IHSG.
Untuk pilihan saham, William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar. Indeks Nasdaq menguat 0,60 persen di 5.875,41. Pada perdagangan saham kemarin, IHSG naik 56,33 poin atau 0,87 persen ke posisi 6.534. Sementara itu, volume perdagangan saham pagi ini dibuka sebanyak tujuh juta lembar senilai Rp19,9 miliar. Bursa-bursa di Asia langsung jatuh ke zona merah menyusul pernyataan Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke soal prediksi ekonomi AS. Tak satu pun bursa regional yang bisa menguat.
Sentimen bursa eksternal yang positif memicu investor melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang nilainya telah terkoreksi,” katanya. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,49 poin (0,35 persen) menjadi 1.016,66. Sedangkan saham-saham yang tergelincir, antara lain saham RANC turun 17,22 persen ke level RP 298, saham ICON merosot 9,17 persen ke posisi Rp 109, dan saham KBLV susut 8 persen ke posisi Rp 414 per saham.
Penguatan IHSG senada dengan Bursa Asia dan Wall street. “Agar para pegiat antikorupsi seperti pegawai penegak hukum, masyarakat sipil, wartawan dan seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari upaya melawan korupsi tidak menjadi korban dari serangan seperti itu,” harap Febri. Sementara itu, pada pasar obligasi, harga obligasi cenderung bergerak terbatas yang ditandai dengan pergerakan yield (imbal hasil) obligasi tenor 10 tahun berada di level 6,09-7,00 persen saja setahun.
Pengunjung mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Selain Bupati Burhanuddin yang ditetapkan menjadi tersangka perkara tersebut, penyidik juga sudah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Camat Mangarabombang berinisial NU, Kepala Desa Laikang SL dan Sekretaris Desa AS karena diduga menjual aset negara.
318 Saham Rontok, IHSG Anjlok 79 Poin
Menurut dia, minimnya sentimen positif juga membuat investor memilih untuk merealisasikan keuntungan yang mereka peroleh pekan lalu. Sedangkan Nafan memilih saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (GIAA). Dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 104 saham menguat, 191 saham melemah, dan 243 saham stagnan.
RIFANFINANCINDO
Memasuki perdagangan hari ini, para analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menembus level penting 5.000, sebelum terjadi aksi ambil untung. Saham-saham yang menguat antara lain saham OKAS naik 14,06 persen ke level Rp 73 per saham, saham MYRX mendaki 8,09 persen ke level Rp 147 per saham, dan saham ARII melonjak 6,38 persen ke level Rp 400 per saham.
Disusul sektor saham manufaktur menguat 0,58 persen. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 0,331 poin (0,01%) ke level 4.991.540. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.309. Sementara saham yang mencatat top losers antara lain saham PTSN yang turun 4,13 persen ke level Rp 232 per saham, kemudian saham SIPD turun 4,29 persen ke level 780 per lembar saham dan saham ITMA turun 2,96 persen ke Rp 820 per saham.