IHSG Kembali Menguat, Sektor Tambang Sebagai Pendorong Utama

JAKARTA, () - Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, jelang libur panjang sekaligus memperingati Good Friday, laju IHSG terlihat kurang bersemangat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini ditutup turun 31 poin atau 0,48 persen ke 6.550. But later, IHSG ternyata benar-benar turun di tahundan juga turun sekali lagi di Baiklah, lalu bagaimana untuk tahun ini? Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor finansial (-1,66%) dan konsumer (-1,33%).
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung menguat, Indkes saham acuan Nasdaq ditutup di teritori negatif, terseret penurunan harga saham Apple hingga 3 persen. Di sisi lain, pergerakan rupiah yang kembali melemah seiring adanya beberapa sentimen negatif, turut menambah sentimen yang menghalangi IHSG berbalik naik. IHSG (-0.03%) ditutup melemah tertahan -1.71 poin dilevel 6597.22 dengan Sektor Aneka Industri (-1.31%) menjadi penekan dan Sektor Pertanian (+1.91%) menjadi penahan pelemahan.
VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terus terhempas ke zona merah sejak transaksi pagi tadi. Dimulai dari penutupan bursa saham AS setelah merespons negatif hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), naiknya yield obligasi Jepang yang berimbas pada apresiasi yen, dan rilis awal indeks manufaktur China yang terkontraksi,” ujarnya.
Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melemah 0.49% di level 6.550,593 pada 5 Maret 2018. Kondisi pergerakan IHSG saat ini masih akan diwarnai oleh sentimen dari laporan kinerja emiten , ditambah juga masih ditopang oleh penguatan harga komoditas yang masih cenderung dapat menopang pola gerak iHSG saat ini. Maka dari itu, indeks diperkirakan cenderung bergerak variatif dengan pelemahan terbatas.
Laporan Keuangan Bermasalah, KKP Siap Diperiksa Khusus BPK
Namun hingga ketika buletin ini ditulis IHSG ternyata masih disitu-situ saja yakni 5,an, jadi gak sampe balik lagi ke 4,an seperti awal tahun lalu yaitu ketika cerita tax amnesty belum ramai, dan asing belum masuk ke pasar. Semua kebijakan tersebut bertujuan agar IHSG, yang ketika itu sudah crash ke posisi 4,an dari sebelumnya 5,an, bisa segera pulih kembali, atau minimal tidak turun lebih lanjut.
Ke depan, dirinya optimistis, kinerja IHSG BEI akan membaik seiring dengan fokus pemerintah yang terus mendorong pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar mendorong ekonomi, yang akhirnya dapat berdampak positif pada instrumen reksa dana.’Pembangunan infrastruktur yang merata di daerah akan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Guntur.
Soal Kuota Impor, Jokowi Minta Pejabat Kemendag Hati
Potensi kenaikan IHSG di minggu sebelumnya tertahan dengan maraknya aksi jual di pekan kemarin. Dalam kesempatan itu, Muliaman mengapresiasi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2016 yang tumbuh sebesar 15,3 persen year on year (YoY), dan menempatkan IHSG sebagai indeks saham berkinerja terbaik di dunia. Jika melihat internal IHSG semuanya masih bagus, tapi pergerakan IHSG juga tidak terlepas dari indeks regional dan global.
Sebenarnya IHSG sepanjang tahun kemarin membukukan return yang lumayan, yakni Sementara pada awal tahunyakni ketika pasar masih belum sepenuhnya pulih dari mini crash di tahun plus jatuhnya Bursa Shanghaibelum lagi beredar sentimen negatif terkait penurunan harga minyak hingga isu pembatasan NIM perbankanmaka keputusan untuk masuk ke pasar akan tampak sebagai keputusan yang ngawur, dan analisis yang menyebutkan bahwa IHSG akan naik ke 5, akan dianggap sebagai analisis yang tidak masuk akal.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Tekanan pasar modal ikut menyeret koreksi dana kelolaan reksadana sebesar negatif 0,65% sepanjang Juli 2015. IHSG hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan di rentang yang terbatas di tengah positifnya bursa global secara keseluruhan.Saham pilihan kami antara lain:LSIP, KIJA, dan CPIN. Buy On Weakness (BOW), IHSG closing plus 16 poin asing net buy cukup besar Rp 893 M. Walaupun didera dangan aksi profi taking oleh investor lokal, IHSG masih bisa closing di zona hijau.
Tapi, bagi BUMI sendiri lebih cenderung terpengaruh faktor internal terutama masalah utang daripada sentimen market. Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif seiring mulai adanya aksi beli. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.607,16 dan terendah 6.543,66.Transaksi perdagangan saham cukup ramai.