IHSG Berpeluang Melaju, Ini Rekomendasi Saham Pekan Depan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin 16 Oktober 2017 diprediksi bergerak mixed cenderung tertekan. Itu dibuktikan dengan pelemahan rupiah mulai dari Januari 2015 hingga Maret 2015‎ sudah sebesar 5,7 persen (year to date). Investor di pasar saham domestik tampaknya masih menunggu langkah lanjutan dari kebijakan tarif bea masuk baja dan alumunium ke AS yan disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pekan lalu. Ada sebanyak 75 saham menguat tetapi tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Ke depan, kata dia, karena IHSG sudah kembali di atas 4.550 lagi, pasar harus mengantisipasi kalau ternyata wave 5 ini berkepanjangan (extended). Kondisi perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan SBY mengalami perkembangan yang sangat baik. Analis Etrading Securities Suryadi Chandra Kasih menuturkan, IHSG awal pekan ini berpotensi terkoreksi, meskipun terbatas.
Secara umum untuk pekan ini nilai tukar rupiah masih belum akan menunjukkan tanda-tanda penguatan signifikan pada kisaran Rp12.450 - Rp12.550 per dolar AS meskipun kondisi perekonomian Eropa masih menjadi faktor utama penguatan dolar AS. Selain itu, penurunan harga minyak dunia yang terlalu tajam juga turut berperan menguatkan dolar AS karena berpotensi menciptakan ketidakpastian ekonomi global.
Sedangkan di Asia kenaikan harga minyak terdorong oleh peningkatan permintaan minyak untuk pembangunan infrastruktur India dan industri petrokimia di Korea Selatan. Kemudian saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan kontribusi pelemahan sebesar 11,75 poin dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan 11,12 poin. Sementara Menteri Keuangan Chatib Basri menambahkan, pihaknya memproyeksikan pelemahan rupiah Rp 1.000 per dolar AS akan menyumbang defisit anggaran bersih sebesar Rp 5 triliun.
Indonesia Perketat Keamanan Di Bandara Hingga Terminal Bus
Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan pelemahan sehingga mengkonfirmasi terjadinya tren penurunan pasca berhasil menutup utang gap di level 5194-5206 di pekan sebelumnya. Terkait pengaruh pemilu 2014 terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, diharapkan dapat memberikan dampak positif. Suku bunga jangka pendek akan tetap di -0,1 persen dan imbal hasil obligasi ditargetkan sekitar nol pada sebagian besar 2018.
Sejumlah saham yang melemah dan menjadi pemberat laju indeks antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 150 poin atau 1,77 persen ke level 8.325, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 50 poin atau 1,23 persen ke level 4.020, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) turun 100 poin atau 3,21 persen ke level 3.020, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) turun 30 poin atau 1,02 persen ke level 2.920.
Menhub Ingatkan Pengelola Bandara Berikan Rasa Aman Publik
Uang keluar dari pasar obligasi masuk ke saham akan menjadi salah satu pengamatan”, katanya, dan kita telah melihat pelemahan yang cukup signifikan di sektor pertambangan emas pagi ini, yang telah menjadi korban dari dolar yang lebih kuat”. Kinerja pasar modal Indonesia juga merupakan yang terbaik di antara The Fragile Five. Kebijakan suku bunga perlahan naik dan persediaan likuiditas yang melimpah mulai berkurang.
RIFAN FINANCINDO - Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban?
Apalagi rupiah memiliki karakter tersendiri yaitu soft currency yang artinya rupiah sangat sensitif dengan perekonomian internasional. Terkait pelemahan kurs rupiah akhir-akhir ini, Perry pelit bicara. Pasar Asia Utara, yang dipimpin oleh Korea dan Taiwan, diuntungkan terbesar dan pasar ASEAN masih underperform. Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah masih variatif.
Rilis data inflasi April 2018 yang terkendali yakni sebesar 0,1% pun tidak cukup kuat menahan tren pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Hanya sektor perdagangan (+0.85%) yang menguat sedangkan seluruh sektor lainnya terkoreksi terutama sektor consumer goods (-1.01). Mata uang Indonesia semakin lemah terhadap dolar Amerika dan hal ini menyebabkan harga-harga barang kebutuhan menjadi naik namun tak diimbangi dengan adanya gaji yang cukup dari pemerintah untuk para pegawai.
The Fed sebagai figur utama dari mata uang utama yaitu king Dollar tentu punya pengaruh yang sangat besar di dunia ini, mulai dari likuiditas hingga kredit dan selama seluruh umat di dunia masih menyembah currency yang sama , maka selama itu pula sang dollar dan the fed akan menjadi “Michael Jackson” nya ekonomi dunia. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini pun masih terbilang wajar, karena ekonomi Indonesia masih tetap berjalan normal dan tidak ada masalah.