IHSG Bergerak Stagnan Dipicu Sentimen Bursa Regional

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak stagnan pada hari ini, Rabu (282), dipengaruhi sentimen dari bursa regional yang bergerak bervariasi pada perdagangan kemarin. Terpantau, indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 1,07 persen, indeks Kospi di Korea Selatan turun sebesar 0,29 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,73 persen. “Kami melihat dengan sentimen regional yang mixed, IHSG cenderung masih dalam trend sideways,” papar Yuganur Wijanarko selaku analis KGI Sekuritas, dalam risetnya.
Ganjil Genap Cikampek, Pelanggar di Dalam Tol Tak Akan Diusir
Ditambah, aksi beli juga belum kembali marak pasca penguatan IHSG pada dua pekan sebelumnya. Dengan kata lain, pelaku pasar masih terus melakukan aksi ambil untung (profit taking). “Keadaan IHSG masih jenuh beli,” imbuh Yuganur.
Dengan demikian, ia menyarankan agar pelaku pasar bertransaksi pada saham lapis kedua (second liner) dan saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) hanya untuk jangka pendek. Di sisi lain, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya meramalkan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan hari ini didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap laju inflasi bulan Januari 2018.
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban?
“Demikian juga dengan kondisi nilai tukar rupiah yang cenderung stabil sehingga turut memberikan nuansa dingin yang dapat memberikan dorongan terhadap kenaikan IHSG dalam beberapa waktu mendatang,” terang William dalam risetnya. Dua sentimen tersebut membuat William optimis IHSG dapat berakhir di teritori positif pada bulan Februari 2018. Ia memproyeksi, IHSG bergerak dalam rentang support 6.555 dan resistance 6.728. Adapun, pada perdagangan kemarin IHSG bergerak stagnan atau hanya menguat tipis 0,67 persen ke level 6.598. Sementara, pelaku pasar asing masih terus melakukan aksi jual hingga tercatat jual bersih atau net sell sebesar Rp411,74 miliar.
KPPU Butuh Keppres Pengangkatan Anggota
Rupanya kondisi tersebut sejalan dengan pelemahan bursa saham Wall Street tadi malam. Dalam hal ini, tiga indeks utamanya kompak melemah. Terinci, Dow Jones turun 1,16 persen, S&P500 turun 1,27 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,23 persen.