Energi Terbarukan Pengganti Minyak Bumi

Minyak memang menjadi salah satu persoalan krusial bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Dengan tingkat produksi minyak saat ini sekitar 800.000 barel per hari (bph), cadangan minyak Indonesia akan habis 12 tahun lagi jika produksi konstan. Minyak bumi berkaitan dengan energi. Dari jumlah 329,59 juta barel minyak bumi yang diproduksi Indonesia tahun 2011, sebanyak 100,74 juta barel atau 31% diekspor dalam bentuk mentah ke Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan.
Jakarta -Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) punya alasan kuat ingin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sedangkan di Asia Pasifik, Indonesia menempati posisi ke-2 terbesar setelah China yang mencapai 207,5 juta ton. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai tujuh persen pertahun, sementara pertumbuhan konsumsi energi dunia hanya 2,6 persen pertahun.
Setiap kita menyedot 1 barel minyak, hanya dapat digantikan 0,6 barel dari eksplorasi. Selama ini pasokan energi kegiatan manusia Indonesia terutama dari energi tidak terbarukan yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Sebuah kecelakaan di Indi Car, Amerika Serikat tahun 1965 merupakan salah satu tonggak bersejarah dalam usaha penemuan sumber energi alternatif.
Namun, setelah mengetahui betapa mengerikan dampak yang dapat timbul dari setiap aktivitas pembakaran bahan bakar minyak dan krisis energi, mestinya kita mulai mengubah, baik cara pandang maupun tindakan-tindakan nyata kita demi mempertahan bumi tetap nyaman untuk dihuni dan menjauhi segala kekacauan yang akan segera timbul jika bahan bakar minya terus langka, bahkan habis.
RIFANFINANCINDO
Minyak bumi kontribusinya semakin turun tinggal 20 persen, batu bara turun menjadi 25 persen, gas bumi terus meningkat tapi sedikit sekitar 24 persen dan energi terbarukan meningkat menjadi 31 persen. Tetapi peran Migas dalam roda perekonomian Indonesia akan tetap besar, hanya saja harus diimpor dan semakin banyak membutuhkan devisa untuk mengimpornya, masalahnya segala bahan baku atau energi pembangkit listrik atau mesin-mesin industri masih menggunakan BBM.
Dunia pernah mengalami masa suram terjadinya krisis energy di tahun 1973 dan berulang di tahun 1979 oleh akibat kelangkaan kegtersediaan dan penurunan produksi minyak bumi, diikuti kenaikan harga minyak bumi yang sangat tinggi, akibat unsur kesangajaan spekulan maupun besarnya permintaan pasar. Namun, saat ini produksi mi­nyak dalam negeri terus di bawah satu juta barel.
Potensi energi terbarukan Indonesia, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Djadjang Sukarna, cukup untuk 100 tahun (, 23 November 2012). Oleh karena itu, saat ini pemerintah mempertimbangkan rencana untuk mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). Seakan-akan diasumsikan bahwa sumber daya minyak adalah sumber daya alam yang tidak akan pernah habis.
Salah Paham, Istri Jendral Tampar Petugas Bandara
Dengan adanya suatu rencana pemerintah yang menghendaki untuk perpanjangan kontrak ladang minyak di propinsi Riau, termasuk yang di Cepu dan juga adanya rencana merubah UU Migas yang dari pemahaman vertical integrated menjadi “unbundling” diulas (lihat artikel Kepentingan Nasional dan Lebih Jauh Kepentingan Nasional Yang Terukur), telah diulas di berbagai naskah juga yang memberikan pandangan lain.
UIN Suska adalah universitas pertama di Indonesia yang memiliki konsentrasi Energi S1, yang fokus pada energi berkelanjutan. Pekanbaru (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim cadangan minyak bumi Indonesia saat ini tersisa sekitar 4,4 miliar barel atau 0,2 persen dari cadangan minyak dunia. Cadangan minyak bumi akan ditemukan lagi seiring meningkatnya investasi migas di Indonesia tahun ini yang menjadi US$ 15 miliar, dibandingkan tahun 2011 sebesar US$ 13,59 miliar.
Penyertaan Tuhan Selama Di Manado II
Pada rentang 2005 hingga 2009 terjadi penurunan konsumsi bahan bakar cair dan impor BBM akibat kenaikan harga minyak bumi hingga menyentuh nilai US$ 151.72 per barrel (NYMEX, 2008). Dimana Institusi dari Pemerintah Indonesia ini mengawasi pasokan bahan baku kami, bagaimana kita mengolah, mengolah dan mengemasnya. “Di Indonesia, rata-rata waktu yang dibutuhkan dari eksplorasi produksi berdasarkan analisis kami lebih dari 15 tahun,” katanya.