Cara Eropa Pacu Keterampilan SDM Indonesia

Indonesia Investment and Economic Outlook 2018 itu merupakan acara yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kamar Dagang Eropa (EuroCham) yang ditujukan untuk menyoroti prospek investasi dan ekonomi di Indonesia setahun mendatang.
Secara khusus, acara ini menekankan pentingnya perkembangan sumber daya manusia bagi peningkatan iklim ekonomi dan investasi di dalam negeri. Terkait hal itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, menyambut baik upaya yang dilakukan EuroCham guna memberikan praktik, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi.
Kulon Progo Bangun Akses ke 12 Obyek Wisata Penopang Borobudur
Dia juga menganggap, dengan adanya kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Eropa dan Indonesia, akan mendorong perekonomian Indonesia lebih jauh. “Dengan UE-I CEPA, diharapkan kerangka kerja jangka panjang yang stabil, terprediksi, dan transparan dapat membangun hubungan dagang serta ekonomi bilateral yang dapat menambah kepercayaan dan lebih meningkatkan hubungan dagang, serta investasi asing,” ujarnya.
PT RIFAN FINANCINDO
Tidak hanya itu, dia juga mengharapkan CEPA dapat membawa tidak hanya investasi modal dan teknologi terkini Eropa. Namun, juga dapat membawa pengetahuan teknis dan inovasi, investasi dalam penelitian dan pengembangan, serta pengembangan keterampilan, dan SDM Indonesia.
Pemerintah Siapkan Papua Jadi Contoh Pengobatan Jarak Jauh
Pernyataan tersebut juga memperoleh sambutan yang baik dari Kepala BKPM, Thomas Lembong. Menurut Tom, panggilan akrab Thomas Lembong, kontribusi Uni Eropa telah membantu pertumbuhan ekonomi dan mendukung percepatan, serta perbaikan iklim ekonomi dan investasi Indonesia.
Bank Mandiri Tahan Aksi Korporasi
“Pengembangan sumber daya manusia di Indonesia oleh perusahaan-perusahaan Eropa ini, juga sebaiknya menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha. Pelaku usaha memiliki peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia untuk mendatang,” ungkap Tom.
Berdasarkan laporan BKPM, Uni Eropa masih menduduki peringkat tiga sebagai tujuan ekspor Indonesia dengan nilai US$16,3 miliar. Sementara itu, realisasi investasi selama 2017 mencapai Rp692,8 triliun, atau tumbuh 13,1 persen dibandingkan 2016, serta melampaui target yang dirancangkan oleh pemerintah di angka Rp678,8 triliun.
Perusahaan-perusahaan Eropa yang beroperasi di Indonesia, berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan karyawannya, dalam hal ini adalah karyawan dari Indonesia, agar tercipta tenaga yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi.
“Kami menyadari pentingnya memiliki tenaga kerja yang berkualitas, yang memiliki integritas tinggi. Karena itu, teknologi dan pengetahuan merupakan prioritas bagi perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia,” kata Ketua Kamar Dagang Eropa untuk Indonesia Ulf Backlund, dalam acara Indonesia Investment and Economic Outlook 2018, Kamis 8 Februari 2018.