BPH Migas Sebut Modal 'SPBU Mini' di Bawah Rp 100 Juta

Diharapkan SPBU-SPBU atau lembaga penyalur yang sudah dibuat Pertamina di tingkat kabupaten dapat menjadi hub untuk lembaga sub-penyalur di tingkat kecamatan dan desa.
RIFANFINANCINDO BERJANGKA - Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban?
Kepala BPH Migas, Fansurullah Asa, memperkirakan modal yang digunakan untuk membuat SPBU mini di bawah Rp 100 juta, jauh lebih kecil dibanding biaya investasi untuk SPBU.
Permenhub 108 Dihentikan Sementara
“Hanya sekitar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta sudah bisa,” kata Fansurullah saat ditemui di Gedung Nusantara III MPR RI, Jakarta, Senin (192). Usai bertemu Fanshurullah, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan mendukung usulan tersebut. Ia menambahkan, biaya untuk membuat lembaga sub-penyalur BBM tergolong murah. Sebagai pembanding, biaya untuk membangun SPBU mencapai Rp 20 miliar.
Bakal Ditindak BPJS dan Kemenaker, Perusahaan Langgar Aturan Jaminan Sosial
“Kalau Rp 20 miliar siapa yang bisa bangun (SPBU di daerah terpencil)? Saya rasa ini usulan yang bagus,” ujarnya. Saat ini, lembaga sub-penyalur BBM sudah mulai dibuat, misalnya di Kabupaten Asmat sudah ada 3 dan 2 di Pulau Selayar. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan pembentukan lembaga sub-penyalur BBM alias ‘SPBU mini’ pada tingkat kecamatan dan desa-desa di wilayah 3T (terpencil, tertinggal, dan terluar) Indonesia. Lembaga sub-penyalur ini diperlukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh BBM dengan harga terjangkau.
Dolar AS dalam Tren Menurun, Apa Dampaknya terhadap Harga Komoditas
Menurut BPH Migas selama ini masyarakat, khususnya di wilayah 3T, kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau. Hal itu terjadi lantaran jumlah SPBU yang tersedia di seluruh Indonesia hanya sekitar 7.000, itupun kebanyakan berada di kabupaten atau kota. Karena itu, BPH Migas mendorong dibuatnya lembaga sub-penyalur. Lembaga sub-penyalur ini serupa dengan Pertamini atau penjual-penjual BBM eceran di kampung-kampung. Tapi harus memenuhi standar keselamatan, jarak dengan SPBU, kuota BBM yang dijual, dan sebagainya.