Apakah Fintech Akan Membunuh Perusahaan Leasing?

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi menjelaskan ada fifty three perusahaan fintech konvensional dan satu perusahaan fintech syariah. Ia mengatakan berdasarkan data dari OJK, saat ini jumlah perusahaan terdaftar yang artinya sudah mengantongi izin OJK sebanyak 64 perusahaan dengan jumlah investor sebanyak 162.373 investor. Tidak heran jika banyak orang terutama pelaku usaha kecil menengah dan investor yang tertarik dengan perusahaan Fintech yang menawarkan hal tersebut. Secara resmi, PT Dana Kita Information Prima telah tercatat sebagai perusahaan fintech yang terpercaya dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sejak 27 April 2017.
Jika Anda hanya ingin mencari tahu tentang informasi layanan jasa Fintech, Anda bisa menjadikan informasi tersebut sebagai bahan perbandingan dengan layanan Fintech lainnya. Perusahaan yang telah menjangkau tiga negara di Asia Tenggara tersebut telah mendapat berbagai penghargaan, di antaranya yaitu International High 40 Fintech Awards oleh MAS, First Operator oleh Singapore International Company Partnership, dan tercatat sebagai penggalang dana tercepat di ASEAN dengan waktu kurang dari lima menit.
RIFAN
Fintech yang diprediksi akan mampu menggantikan peran lembaga perbankan konvensional tersebut menawarkan berbagai hal menarik di antaranya kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi maupun kegiatan yang berkaitan dengan keuangan lainnya. Anda dapat memanfaatkan fintech untuk konsultasi, bantuan keuangan, dan ide finansial. Juga, meski PT Indonusa Bara Sejahtera telah mendapat izin resmi dan pengawasan dari OJK, Anda tetap harus mampu menilai risiko pinjaman yang Anda ajukan.
PT Indo Fin Tek telah terdaftar di lembaga regulator keuangan negara, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga perbankan yang menyediakan layanan dengan sistem P2P Lending sejak 21 Juli 2017 lalu. Di luar fifty four nama perusahaan fintech yang telah terdaftar, OJK mengklaim ada 34 perusahaan yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran. Teknologi keuangan atau yang disebut fintech (financial expertise) semakin berkembang pesat.
Saat ini, peraturan yang sudah dikeluarkan OJK soal fintech baru terkait dengan aplikasi telepon pintar yang melayani pinjam-meminjam uang (peer to see lending). Sukarela menjelaskan, pencatatan tersebut bertujuan untuk memetakan jenis-jenis perusahaan fintech yang ada di Indonesia sebab tidak semua fintech berbasis keuangan. Relasi adalah lsayanan berbasis Fintech dengan sistem P2P Lending buatan RPI.
Apalagi monetary expertise (fintech) yang sudah mulai ‘merebut’ pasar perbankan dengan inovasi yang sangat baik. Setelah itu perusahaan fintech tersebut wajib memiliki modal disetor atau modal sendiri paling sedikit Rp 2,5 miliar pada saat mengajukan perizinan. Karenanya, layanan perbankan berbasis Fintech bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang selama ini dianggap memberatkan masyarakat tersebut.
Sementara perusahaan fintech tentunya tidak akan terkendala soal pendanaan. Seperti perusahaan fintech lainnya, Anda hanya perlu akses web untuk bisa mendaftar sebagai investor melalui platform layanan Amartha. Misalnya, fintech tidak terkait kegiatan unlawful yang bersangkutan dengan pencucian uang atau pendanaan terorisme. Fintech p2p lending atau skema Pendanaan Gotong Royong On-Line merupakan sebuah platform teknologi yang mempertemukan secara digital peminjam yang membutuhkan modal usaha dengan pemberi pinjaman.
Dalam Indonesia Fintech Honest 2018 akan terdapat diskusi panel dengan enam tema berbeda yang diisi oleh para pelaku teknologi keuangan, pejabat pemerintah, regulator, institusi keuangan, dan pelaku digital lainnya serta diramaikan dengan kehadiran forty four anggota Aftech. Bagi perusahaan pembiayaan, nilai kredit akan tumbuh dengan bantuan penetrasi dari perusahaan fintech.
Namun tentunya meminjam uang melalui fintech akan memberikan beberapa kemudahan seperti proses peminjaman yang lebih mudah dan cepat. adalah fintech P2P Lending rintisan PT Pendanaan Teknologi Nusa. Wimboh sendiri mengindikasikan bahwa perusahaan fintech ke depannya harus menjadi alternatif bagi masyarakat yang betul-betul tidak mampu meminjam uang dari financial institution.
Namun berdasarkan pendataan yang dilakukan OJK dan PT Pegadaian (Persero) masih ada 585 perusahaan pergadaian yang belum mendafatar dan memiliki izin. However, our challenge as a FinTech business is how to scale up quickly, because our focus is now in rural areas and some villages in Indonesia are difficult to reach. Yang akan kita diskusikan malam ini adalah fintech dalam bidang Lending, atau bahasa Indonesia Fintech di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis Teknologi Informasi dikenal dengan istilah Peer to Peer Lending.