Ada Panah Merah, Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tak Capai Target

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 5,2-5,6 persen dalam penyusunan Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2019. ADO menggarisbawahi bahwa penguatan investasi telah meningkatkan mutu pertumbuhan, dengan pengeluaran modal yang lebih tinggi dari pemerintah membantu mengatasi kesenjangan infrastruktur. Konsumsi pemerintah dan Lembaga Non-profit yang melayani rumah tangga juga mengalami perbaikan pertumbuhan meski tipis yaitu masih-masing 2,73% dan eight,09%, dari periode sama tahun lalu yaitu sebesar 2,seventy one% dan eight,02%.
Di tengah keraguan sejumlah pihak mengenai goal pertumbuhan ekonomi tahun ini, Presiden Joko Widodo mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk optimis terhadap hasil dari pertumbuhan ekonomi. Jakarta, 5 Agustus 2015 - Pertumbuhan ekonomi di Indonesia melambat hingga mencapai titik terendah dalam kurun waktu 5 tahun karena menurunnya hasil pertambangan yang disebabkan melemahnya permintaan dari komoditas secara global.
Zola mengungkapkan, pencapaian target PDB tersebut tidaklah mudah, jika melihat angka pertumbuhan ekonomi Sumatera pada tahun 2016 sebesar four,29 persen, jauh dari yang ditargetkan dalam RPJMN 6,2 persen. Pemerintah bertekad mewujudkan peningkatan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan inklusif agar tercipta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi Indonesia yang tahun lalu diestimasi tumbuh 5,1 persen, akan mampu tumbuh rata-rata 5,four persen antara 2017-2019.
Untuk mencapai target pertumbuhan 5,17% tersebut, Sri mengaku pemerintah akan menjaga dalam semester II 2017 pertumbuhan investasi harus mencapai 5,4% sehingga di akhir tahun investasi tumbuh 5,2%. Jadi memang kita masih banyak PR. Di zaman dulu pertumbuhan GDP kita bisa 7-eight persen bahkan 12 persen di period Soeharto. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan.
Dengan berlanjutnya upaya reformasi, Wicklein menyebutkan, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif. Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, menambahkan selain pada pertumbuhan tahun ini, target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 yang dicanangkan pemerintah sebesar 5,4-5,8 persen, juga rentan meleset. Prediksi IMF ini cukup objektif dan beralasan, untuk mencapai goal pertumbuhan 5,3%, namun yang kita khawatirkan seperti yang diingatkan oleh ketum KADIN, sdr.
Ia menyebut, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,four%. Oleh karena itu, Menkeu memperkirakan pertumbuhan 5,4 persen adalah angka yang paling realistis untuk goal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019. Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi international serta pertumbuhan harga komoditas diperkirakan akan meningkat secara gradual. Pertumbuhan ekonomi domestik sendiri saat ini masih berkutat di kisaran 5 persen.
Lalu PMTB atau investasi kontribusinya 32,16% dengan whole pertumbuhan 6,15%, untuk ekspor kontribusinya 20,37% dengan pertumbuhannya 9,09%, konsumsi pemerintah kontribusinya 9,10% dengan pertumbuhan 2,14%, dan konsumsi LNPRT kontribusinya 1,18%, dan pertumbuhannya 6,ninety one%. Dengan demikian bisa berkontribusi zero,04 persen pada pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4%-5,8%. Oleh karena itu, Menkeu memperkirakan pertumbuhan 5,4% adalah angka yang paling realistis untuk goal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019. Keberlanjutan reformasi struktural di Indonesia, menurut ADB, dapat membawa pertumbuhan yang lebih inklusif dengan yang menjadi prioritas di antaranya investasi infrastruktur, pengembangan pendidikan dan keterampilan, dan reformasi untuk memperbaiki iklim investasi.
WWW.RF-BERJANGKA.COM
Momentum pertumbuhan investasi dan ekspor juga akan terus dipelihara. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada tahun ini, dan 5,4 persen pada tahun depan. Sementara itu, perkiraan ketiga disampaikan Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari awalnya 5,3 persen menjadi 5,2 persen. Range asumsi pertumbuhan ekonomi yang diusulkan oleh Komisi XI DPR RI sama dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan BI,namun lebih rendah dari asumsi yang ditetapkan Menteri Keuangan sebesar 5,four - 5,8 persen.
Masih menurut Ecky, pencapaian pertumbuhan semester I (pertama) 2017 yang baru menyentuh 5,01 persen menjadi warning tidak tercapainya goal pertumbuhan 5,2 persen yang ditetapkan untuk tahun 2017. Walaupun angka itu lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,17%-5,4%, hal itu mempertimbangkan berbagai risiko. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2018 terlalu tinggi dan tidak realistis.