Ironi Komoditi Indonesia

Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan sejalan dengan kesepakatan Indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta Paket Reformasi 15 Januari 1998, pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar. Dalam ketentuan undang-undang perdagangan berjangka, juga telah diatur mengenai ketentuan sanksi pidana bagi para pelaku pasar, baik dilakukan secara perorangan atau badan hukum (rechts person) di dalam transaksi berkarakter risiko tinggi pada sistem perdagangan berjangka apabila orang atau badan hukum dimaksud telah melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar ketentuan perundang-undangan tersebut.
Berbagai komodite perdagangan di Sriwijaya yang paling sering disebut oleh para penulis asing adalah kain sutera, rotan, emas, lilin lebah, madu dan tuak, daging, jahe, onion (bawang merah), bawang putih. Seluruh komodite perdagangan itu diperoleh dan dikumpulkan dari daerah pedalaman yang berada jauh dari pusat kota. Masing-masing daerah pedalaman memiliki produk andalan untuk diperdagangkan, seperti: daerah aliran Sungai Lematang menghasilkan lada, beras, kapas; daerah aliran Sungai Musi menghasilkan beras, kapas, lilin, emas, gambir, lada; daerah aliran Sungai Ogan menghasilkan beras, lada, dan rotan; dan daerah aliran Sungai Komering menghasilkan lada dan beras (Husni Rahim, 1993: 34 ; Marsden, 1975:360).perdagangan komoditi artinya
Aktivitas usaha dari pialang yang tidak terdaftar di bursa berjangka tersebut belum bisa secara langsung ditransformasikan ke dalam standar yang dikehendaki oleh UU 32 karena subjek komoditinya belum ditetapkan dalam Keputusan Presiden dan transaksinya lebih mudah dilakukan dengan pola bilateral di luar bursa, sementara UU 32 belum mengatur mekanisme perdagangan di luar bursa.
Informasi lebih lanjut mengenai perdagangan berjangka ini dapat diperoleh dengan menghubungi Bagian Humas Bappebti yang berkantor di Bumi Daya Plaza, Jl. Imam Bonjol No. 61, Jakarta. Telp. (021) 315 6315; Fax (021) 3156135 atau melalui website Bappebti dengan situs : Di Perpustakaan Bappebti tersedia buku-buku (pada umumnya berbahasa Inggris) tentang Perdagangan Berjangka (Futures Trading) yangh dapat anda baca di tempat atau minta di-copy oleh petugas Perpustakaan Bappebti dengan penggantian sebesar biaya photo copy-nya.
Pasar Komoditi bersama Pasar Keuangan (Pasar Uang dan Pasar Modal) tergolong sektor ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan kemajuan perekonomian suatu negara. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai negara layak investasi (investment grade) sejak Desember 2011 maka diperkirakan tidak lama lagi negara kita akan dibanjiri arus modal asing dalam skala besar yang ingin berinvestasi dalam berbagai sektor termasuk di Pasar Komoditi dan Pasar Keuangan.
MoU ditandatangani oleh Rektor UNSRI Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, Dirut JFX Stephanus Paulus Lumintang, Plt Dirut KBI Fajar Wibhiyadi, dan Direktur Utama RFB Ovide Decroli. Dan, disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan RI, Bachrul Chairi. Semua pengguna pasar berjangka dipersyaratkan menyerahkan sejumlah uang yang disebut “margin” yang besarnya per kontrak umumnya berkisar antara 5- 10 % dari nilai kontrak. Besarnya margin yang berbeda - beda tergantung pada komoditi, waktu, dan gejolak harga yang terjadi.
Disamping itu, Badan Pengawas mendorong upaya demutualisasi bursa serta optimalisasi pemanfaatan perluasan cakupan komoditi yang diperdagangkan di bursa guna memberikan peluang yang lebih besar kepada pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya di industri perdagangan berjangka komoditi. Kendati demikian, Bappebti menyadari potensi Indonesia belum optimal dikembangkan. Masih cukup banyak komoditi andalan ekspor yang belum menjadi subjek kontrak berjangka di bursa berjangka,” lanjut Marthin.
Demikian kondisi pasar perdagangan fisik sangat memengaruhi besaran harga yang terbentuk di bursa berjangka. Semakin efisien pasar perdagangan fisik yang menjadi underlying market, maka akan semakin bersaing harga yang terbentuk di bursa berjangka. Jika pasar fisik yang dijadikan acuan tidak representatif maka perdagangan komoditas di bursa berjangka kurang diminati. Kondisi inilah yang menjadi penyebab bursa berjangka di Indonesia kurang digemari.
Penawaran perdagangan OTC oleh perusahaan yang tidak terdaftar sebagai anggota Bursa adalah illegal. PERALIHAN HAK ATAS BARANG DAGANGAN DALAM PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI MELALUI BURSA KOMODITI BERJANGKA”. Komoditi yang paling diminati pada kontrak berjangka multilateral adalah kopi, CPO, emas, olein dan kakao,” ujar Pantas. Ditambahkan bahwa dalam transaksi multilateral kontrak berjangka diatur dalam peraturan tata tertib (PTT) Bursa Berjangka. PT Rifan Financindo Berjangka ,” sambungnya.
Memberi Wacana Sebuah Alternatif Penghasilan Dari Berdagang di Pasar Dunia dengan Modal Minimal yang Resmi Dibawah Kementrian Perdagangan. PT. ISI sebagai lembaga kliring berjangka adalah suatu badan usaha yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian dan penjaminan pelaksanaan perdagangan berjangka komoditi. Pedagang Berjangka, : adalah perseorangan atau perusahaan yang melakukan transaksi perdagangan berjangka hanya untuk kepentingan sendiri atau kelompok perusahaannya.